Asesmen Sebelum Menyusun Program Guru BK

 

Guru BK MTs Budi Agung

Sebagai guru yg tidak masuk kelas, guru-guru lain sulit mengartikan tugas dan pokoknya menjadi seorang guru sungguhan. Padahal kita semua tahu bahwa tujuan utama guru BK sama dengan guru-guru lainnya yaitu membentuk kerakteristik yang baik dalam diri peserta didik. Problem ini sudah menjadi permasalahan sejak lama. Dewasa ini, sudah banyak yang faham tentang guru BK, bahwa guru BK juga mempunyai posisi yang cukup penting untuk kemajuan dan perkembangan peserta didik.

Guru BK memang tidak sama dengan guru mata pelajaran, yang datang kesekolah masuk kedalam kelas mengajarkan pelajaran yang di ampuh nya. sedangkan guru BK tidak seperti itu. yang mencari tugasnya sendiri untuk ikut andil dalam membantu perkembangan dan kepribadian peserta didik. 

Maka untuk itu, ada 4 rekomendsi instrument bimbingan dan konseling guna untuk mempermudah menyusun program bimbingan dan konseling disekolah :
  1. Alat Ungkap Masalah (AUM-UMUM)
  2. Alat Ungkap Masalah Belajar : Prasyarat, Keterampilan, Sikap Diri, dan Lingkungan (AUM-PTSDL)
  3. Daftar Chek Masalah (DMC)
  4. Inventori Tugas Perkembangan (ITP)

AUM-UMUM

AUM UMUM sebagai alat ungkap masalah merupakan instrumen non-tes dalam kegiatan pendukung pelayanan BK guna mengungkapkan masalah-masalah umum yang dialami oleh siswa (Prayitno, 2008:5).

Manfaat AUM

Menurut  Gantina  (2016:  135)  Manfaat  pengunaan  AUM adalah: 

  • Guru BK lebih mengenal peserta didiknya yang membutuhkan bantuan segera 
  • Guru  BK   memiliki  peta  masalah  individu  maupun kelompok 
  • Hasil   AUM   dapat   digunakan   sebagai landasan penetapan layanan BK yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik 
  • Peserta  didik  dapat  memahami  apakah dirinya memerlukan bantuan atau tidak
AUM-PTSDL

Prayitno (2008:5) menjelaskan bahwa, “AUM PTSDL sebagai alat ungkap masalah merupakan instrumen non-tes dalam kegiatan pendukung pelayanan BK untuk mengungkapkan masalah-masalah khusus yang berkaitan dengan upaya dan penyelenggaraan kegiatan belajar siswa”

AUM-PTSDL memiliki banyak manfaat antara lain konselor lebih mengenal mutu belajar dan memahami masalah peserta didik yang membutuhkan bantuan segera, konselor memiliki peta mutu belajar dan masalah belajar individu maupun kelompok, hasil AUM-PTSDL dapat digunakan sebagai landasan penetapan layanan bimbingan dan konseling belajar yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik; dan yang lebih penting lagi peserta didik dapat memahami kualitas mutu dan masalah belajar yang dialami dan memahami apakah dirinya memerlukan bantuan atau tidak. (Caturkonseling.com)

DAFTAR CHEK MASALAH (DCM)

Daftar Cek Masalah adalah daftar berisi pernyataan-pernyataan yang merupakan masalah yang diasumsikan biasa dialami oleh individu dalam tingkat perkembangan tertentu. DCM digunakan untuk mengungkap masalah-masalah yang dialami oleh individu, dengan merangsang atau memancing individu untuk mengutarakan masalah yang pernah atau sedang dialaminya.

INVENTORI TUGAS PERKEMBANGAN (ITP)

Inventori Tugas perkembangan merupakan instrumen dengan pendekatan SKKPD (Standart Kompetensi Kemandirian Peserta Didik). ITP disusun dalam bentuk empat buku inventori, masing masing untuk memahami perkembangan peserta didik di tingkat SD, SLTP, SLTA, dan perguruan tinggi. Pengembangan instrument mengacu pada teori perkembangan diri dari Loevinger yang terdiri dari tujuh tingkatan (Lee Knefelkamp, et.al., 1978 dan Blocher, 1987 dalam Sunaryo Kartadinata, dkk., 2003): 
  1. Tingkat Implusif
  2. Tingkat Perlindungan Diri
  3. Tingkat Konformistik
  4. Tingkat Sadar Diri
  5. Tingkat Seksama
  6. Tingkat Individualistik
  7. Tingkat Otonomi
Demikanlah yang dapat di rekomendasikan instrumen non-tes untuk mempermudah guru bimbingan dan konseling mengetahui kebutuhan peserta didik. jika ada rekomendasi yang lain boleh kita shering di kolom komentar..


Komentar

  1. semangat kita dalam belajar seharusnya lebih besar daripada semangat untuk mengajar (Gus Baha)

    BalasHapus

Posting Komentar